jump to navigation

To Palestine.. January 12, 2009

Posted by ropeh1 in Topik Hangat.
Tags:
trackback

Artikel yang perlu dibaca…

> Ngapain sih mendukung Palestina?
> Pasti banyak yang bertanya-tanya demikian…
> Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir,
> Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan
> terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina  diserang.

Ngapain sih mendukung Palestina?
> Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita
> bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah,
> dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak
> berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.
> Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia
> malah berhutang dukungan untuk Palestina.
>  Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto
> pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de
> jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan
> dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya
> pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia
> bisa berdaulat.
> Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina
> dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di
> Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan
> Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.  Buku ini diberi kata
> sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI  ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

> M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam
> bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan
> dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat
> negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.
>
> Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini
> -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
>
> “.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan
> ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau
> melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada
> Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.
> Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami
> sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga
> menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai
> mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia
> Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa
> bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin
> juga para pejabat dinegeri ini.
>
> Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta
> benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang
> Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia ,
> Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang
> spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda
> bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk
> memenangkan perjuangan Indonesia ..”
>
> Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan
> RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu
> (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar
> bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan
> berdaulat penuh.. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan
> Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam
> perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.
>
> Dukungan Mengalir Setelah Itu
>
> Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia
> menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk
> ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya
> di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong
> diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga
> tersebut.
>
> Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada
> Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan
> Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk
> Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah
> khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di
> lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada
> yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.
>
> Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum
> Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat
> kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah
> sampai di Port Said.
>
> Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
> Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih
> –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan
> menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang
> ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda
> yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.
> Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk “Volendam”
> bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr.
> Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur
> perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak
> menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.
>
>  Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:
>
> “Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar
> itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang
> kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan
> motor-boat besar itu kejuruan lain.”
>
> Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib
> menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia
> dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia
> seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya
> untuk membebaskan diri dari Eropa.”
>
>  Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia
> yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan
> peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu
> perdjoeangan kita..(Lihat  foto bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti
> Palestina, dan pemimpin Mesir di attachement supaya kita kenal wajah
> wajah dari tokoh pembela Indonesia ini)
>
>  Statement Tokoh dalam buku ini:
> Dr. Moh. Hatta
> “Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
> pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
> sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup
> bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu
> dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

A.H. Nasution

> “Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu
> mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan
> jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di
> luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori
> pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI.
> Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan
> simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan
> modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk
> perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ’45 : “ikut melaksanakan
> ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
> keadilan sosial”.

> “Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta
> mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu
> anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan
> tidak dapat tidur.” (HR Bukhari)

Kiriman : Choco
93 153 075

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: