jump to navigation

Maaf …. January 12, 2009

Posted by ropeh1 in Topik Hangat.
Tags:
trackback

Pak Haris dan saudara yang lain….
Saya minta maaf dan anda layak marah untuk pernyataan yang saya tulis, tapi saya termasuk satu dari sekian juta orang yang ikut berdoa tersebut, sesudah shalat dan didalam shalat saya berdoa “ Ya Allah selamatkanlah saudara kami di Palestina dari kezhaliman Israel yang sedang menimpa mereka”. Sampai di hari ke-12 do’a ini belum didengar Tuhan, maka saya tuliskan ada apa yang salah dengan kita sehingga sampai saat itu tak terlihat tanda-tanda akan berakhirnya jeritan kematian dan semburan peluru bagi warga (sebagian besar muslim) Gaza yang saban hari semakin dicekam ketakutan dalam menunggu giliran ajal tiba. Doa kita tidak didengar Tuhan, Statistik memperlihatkan sedikitnya 50-60 orang setiap hari pasti akan melepaskan nyawanya bersamaan bombardir Israel yang tak kurang dari 12 dozen airstrike setiap harinya.

Di hari ke-12 lebih parah lagi, setelah sekian lama penduduk Gaza siang dan malam tidak berhenti menyaksikan kematian dan serangan bertubi-tubi, Israel memberikan waktu jedah selama 3 jam. Pada saat itu seluruh warga berhamburan tumpah keluar rumah mencari makanan,air minum, dan persediaan pokok lainnya. Setelah 3 jam, seluruh warga kembali bersembunyi di dalam rumah-rumah mereka untuk dibombardir kembali oleh Israel, dan korbanpun kembali berjatuhan….

Liga Arab (baca The Rich Arab) tetap diam, saat itu baru ada satu-satunya initiative untuk gencatan senjata dari Mesir dan Prancis. Yang teriak-teriak malah Venzuella yang dengan lantang mencap serangan ini sebagai Genocid (pemusnahan masal) dan sebagai ungkapan protes dubes Israel pun diusir dari Venezuella.

Tetangga Arab (the Rich Arab) tetap diam membisu,  harus menunggu berapa harikah untuk mereka (sebagai para amirul muslimin) bersikap? Tidak cukupkah jumlah kematian dan penderitaan bayi dan anak-anak yang lucu-lucu dan tak berdosa ini untuk mereka berbuat?. Yang kita saksikan mereka menunggu UN dan US bersikap terlebih dahulu. Makanya saya tanyakan, dimana harga diri mereka?

Kalau pilihan mengangkat senjata dianggap tidak tepat, Tidak adakah inisiatif lain dari mereka untuk berjihad dengan cara lain semacam melakukan embargo minyak dunia yang mayoritas suplay berasal dari mereka? Begitu berat dan merasa rugikah untuk tidak berjualan sementara waktu? Tidak cukupkah saving dari lonjakan harga minyak beberapa waktu yang lalu?
Bukan kah mereka tahu dan mahir menghitung untuk berapa hari persediaan minyak US, Eropa dan Israel dapat bertahan?

Ini semua berat untuk mereka lakukan, yang heboh berdemo adalah umat Islam Indonesia, yang memboikot produk US adalah Malaysia. Mereka (the Rich Arab) melakukan apa?

Dihari ke-15 dilaporkan bahwa gempuran tetap berjalan dan semakin dahsyat, Jumlah korban meninggal hari ini sudah 822 orang , resolusi PBB yang akhirnya keluar juga sama sekali tidak diacuhkan Israel, Kondisi di Gaza sunnguh memprihatinkan, terjadi shortage luar biasa, kehabisan makanan, obat-obatan dan electricity. Warga sudah tidak lagi punya uang dan suply makanan terputus. Rumah sakit tempat penampungan kehabisan listrik dan obat-obatan. Bantuan yang mau masuk jug susah mencapai sasaran…Sementara itu diluar dekat perbatasan berita lebih menyedihkan pun datang, seratusan Muslim Palestina termasuk perempuan dan anak-anak berhasil disandera Israel dan dimasukkan kedalam sebuah rumah, kemudian rumah itu dibombardir dari langit, 30 orang tewas seketika (gak kebayang kalaupun selamat dari maut tubuh mereka sudah compang camping kayak apa?…diantara mereka juga terdapat anak-anak yang lucu-lucu dan tak berdosa) Masya Allah… dan Liga Arab baru melakukan
perundingan dadakan hari ini untuk mencari solusi… Saya kira layak kita memberikan salam kepada mereka dan bertanya “Kemana aja Antum? Bukankah ini lagi musim dingin, sehingga antum gak mungkin lagi sedang berliburan di pantai Karibia?

……Tidak usah menyebut jihad dulu, cukup mengatasnamakan kemanusiaan saja,   dengan menyaksikan semua ini… dimana harga diri kita (baca: harga diri bangsa dan pemerintah muslim)? Ketika rasa kemanusiaan kita tidak terusik untuk berbuat sesuatu -yang lebih tegas dan pantas- yang sebenarnya kita bisa.

Kalau begini caranya, wajar kalau doa kita tidak (baca: belum) didengarkan Tuhan dan korban Palestina pun terus berjatuhan….

Jhon Leknor

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: