jump to navigation

Menjadi lebih baik… January 7, 2009

Posted by ropeh1 in Pencerahan.
Tags:
trackback

Semoga berkenan…
Semoga bermanfaat.. .

Menjadi Lebih Baik…

Seorang teman mempunyai cara khusus untuk mengamalkan tekad “Menjadi Lebih Baik”, terinspriasi dari pesan SMS dan harapan yang selalu disampaikan banyak orang kepada sahabat, rekan, handai tolan setiap kali menyambut pergantian tahun. “Wish you a bla bla bla…..so many

Ketika sedang asyik ngobrol, dia mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dari kantong celana nya, bersampul rapih dan ukurannya lebih kecil dari tempat kartu nama. Terus dia menulis 2-3 kata dan disimpan lagi ke dalam kantongnya. Teman lain menayakan, dia nyatat apa. Dia hanya menjawab “mencatat hal penting, takut lupa..”katanya.

Teman-teman yang ada di situ jadi penasaran dan meminta ijin agar dapat melihat seperti apa catatannya, dengan sedikit bujukan, akhirnya catatan itu diperlihatkan.

Sebuah buku catatan baru, dan baru terisi 5 hari di tahun 2009. Lembar demi lembar dibuka, dan isinya beragam dan berbeda dari satu halaman ke halaman lainnya. Namun disetiap halaman ada kata khusus yang menjadi perhatian.

Berikut diantaranya : belanja dapur Rp… (below budget). Betulin genteng bag belakang OK, kawinan saudara OK, service AC kamar blm… dan lain-lain.

Disamping aktivitas ada juga reminder lainnya… Mengaji (No), Tahajjud (V), Duha No, Shalat Jamaah (zuhur dan ashar)…

Terus ada lagi kosa kata baru : refugee (?) = penampungan (ternyata dia habis nonton Aljazeera tentang pengungsi Palestine, dan dapat kosa kata baru).

Dan ada banyak jenis inputan lainnya, meskipun tidak beraturan tata cara penulisannya.

Lalu teman-teman menanyakan, mau diapakan catatan itu?. Dia bilang, setiap malam hari sekitar 10 menit dia sempatkan men-tick mark mana yang dilakukan dan mana yang tidak. kadangkala dia tambahkan poin-poin reminder apa yang akan dilakukan buat besok. Untuk kosa kata dia akan buka kamus untuk mencari arti kata baru yang dia dapatkan di hari itu juga. Catatan itu dibawa terus kemanapun ia pergi.

Terus kalau bukunya penuh, bagaimana? tanya teman yang lain. Sebagian catatan penting di buku itu dia pindahkan ke Komputer pakai excel. Tapi hanya hal-hal penting saja. Kenapa excel? dia jawab satu sheet saja tidak habis selama 4 tahun….

4 tahun? teman-teman sontak bertanya. Ternyata dia sudah melakukan hal ini selama 4 tahun. Rasa penasaran membuat teman-teman ingin juga melihat catan harian dia di Excel. Bujuk demi bujuk akhirnya dibolehkan, dan alangkah kagetnya teman-teman ketika semuanya tercatat rapih.

Teman tadi lalu bercerita, bahwa dulu buat dia “menjadi lebih baik” hanyalah sebuah tekad, disebut, diingatkan, direnungkan, kemudian lupa, dan waktu terus berjalan.

Suatu hari di masuk ke kondisi keuangan sulit yang membuat ia terperangkap dan bertanya, kenapa sampai begini? Mulailah dia menuliskan satu persatu kejadian keuangan untuk menjawab apa yang membuat dia sampai mengalami kesulitan hebat. dan sejak saat itu dia bertekad mencatat dan mengontrol keuangan dengan reminder-reminder kecil yang kurang lebih merupakan sebuah jurnal harian. Berhasil dan sangat membantu, Sekarang dia hidup berkecukupan dan sudah punya tabungan.

Tidak berhenti di catatan keuangan, ia lanjutkan dengan catatan aktivitas harian, walupun berbentuk pointernya saja. Lalu apa yang disimpulkan dicatatan excelnya. Selama 4 tahun terakhir dia hanya beberapa kali saja tidak shalat dhuha, dan lebih 200 hari setiap tahun dia shalat tahjjud. Catatan juga memperlihatkan sejak 3 tahun lalu dia tidak pernah lagi pergi ke diskotik, night club dan panti pijat. Lengkap sekali.

Seorang teman sambil ketawa lalu bertanya, ‘apa yang kamu rasakan saat pertama berhenti clubbing dan ke panti pijat”. Dia jawab “SAKAU”…..
Tapi perbaikan ini berhasil dia lakukan dengan bantuan sebuah catatan.

Dari catatan 5 hari tahun baru 2009 terlihat dia cuma Absen sekali shalat tahajjud, itu pun di malam tahun baru… teman-teman pun nyeletuk “Ternyata bergadang juga dia rupanya”.

Begitulah seorang teman menggunakan alat bantu untuk “Menjadi Lebih Baik”. karena ia menyadari dengan tekad saja kadang tidak cukup, berat dan gampang lupa.

Wassalam
Leknor Jhoni

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: