jump to navigation

Catatan di hari ke-12 January 7, 2009

Posted by ropeh1 in Pencerahan.
trackback

Apa yang hebat dari serangan Israel?
-Dimulai menjelang penutupan tahun 2008, saat semua orang, tak kurang Paus Benedictus menyerukan kedamaian di tahun yang baru.
-Pertempuran tidak seimbang, Airstrike vs Rocket, di hari ke 12 korban meninggal (death tolls) di Palestin sudah lebih dari 600 orang, di Israel baru 6 jiwa (4 diantaranya army sendiri). Artinya rata-rata korban Palestin meninggal 50 orang setiap hari, luar biasa.
-Serangan tak bermoral dan biadab karena dilakukan dengan mengarahkan senjata canggih ke public facility, perkampungan, sekolah, rumah ibadat termasuk camp penampungan (refugee).
– Tanpa membedakan ras dan ethnic, semua orang didunia mengutuk serangan ini dan sepakat menganggap sangat biadap karena menimbulkan tragedi kemanusiaan besar, namun PBB tidak dapat berbuat apa-apa, walaupun tragedi kemanusiaan itu kini sudah mengarah ke pada genocid (pemusnahan massal etnis). Untuk kepentingan siapa sebenarnya PBB ada? Akankah pemusnahan etnis ala Bosnia terulang disini? Wallahu a’lam.
-Buat Liga Arab, untuk kedua kalinya ditampar, dipermalukan dan dihina dengan penghinaan sangat luar biasa melalui “Pembantaian Masal saudara sendiri oleh senjata canggih yang sadis, namun Liga Arab hanya bisa diam tanpa harga diri – setelah invansi Amerika ke Irak (tetangga Islam mereka, negeri yang sejak dulu tersohor dengan berperadaban tinggi dengan sebutan negeri 1001 malam) tidak menemukan adanya senjata perusak massal dan hanya meninggalkan bangsa dan Irak menjadi centang perenang.
– Tuhan ummat Isalam sampai saat ini tidak mendengar do’a mereka, dan Israel melenggang maju untuk pemusnahan dahsyat berikutnya.. .Kenapa? Wallahu a’lam…

Kata Imam Al Gazhali, ketika doa kita tidak didengar, introspeksi dirilah, barangkali ada sesuatu yang gak beres dengan diri kita. Kalau do’a kita didengar tentu israel berfikir dua kali sebelum melancarkan serangan, atau malah tidak akan pernah menyerang. Karena serangan ini sendiri akan mengukuhkan Israel sebagai bangsa biadap yang pernah ada. Namun Isarel tidak merasa sedang menyerang sebuah bangsa/ummat yang bermartabat. Lihat saja apa reaksi tetangga dekat mereka setelah diserang… hanya diam tanpa harga diri.

Takperlulah pasukan relawan didatangkan dari Indonesia,.. .buat apa? cari mati?..mau menjadikan anak istri yatim piatu? Gak perlu…
Harus dari Arab dulu, mana Jihad mereka, tidak setetespun dalam darah mereka mengalir sisa-sisa keperkasaan dan jihad peninggalan kekhalifahan yang selalu didengung-dengungka n. Kadang kita bertanya beginikah cara persaudaraan orang muslim, kalau begitu penderitaan di Palestin hanya akan menjadi iktibar bagi ummat Islam sedunia, inilah potret muslim yang hakikih, memalukan dan memilukan, membiarkan saudara seiman dalam penderitaan dan kezhaliman yang dahsyat.

Tanpa harga diri…
Sangat Miris Sekali……
Leknor Jhoni

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: