jump to navigation

Pemerintah Awasi Para Pengendali Bank November 26, 2008

Posted by ropeh1 in Berita.
Tags:
trackback

Pemerintah Awasi Para Pengendali Bank
Bursa meminta agar hak pemegang saham publik Bank Century dilindungi.

Tempo, 26 Nov 2008,JAKARTA — Pemerintah dan Bank Indonesia akan memantau secara ketat kondisi bank-bank untuk menghindari kasus Bank Century terulang. Pemantauan tak hanya dilakukan terhadap neraca keuangan bank, tapi juga komitmen pemilik saham. “Terutama pemegang saham pengendali,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta kemarin.

Langkah ini dilakukan agar persoalan Century tidak merembet ke bank lain. Hasil pemantauan Bank Indonesia akan dilaporkan dalam forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan, yang beranggotakan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral. Dari situ akan disusun klasifikasi bank kuat, sedang, dan bank yang perlu diwaspadai.

Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebelumnya mempertanyakan pengawasan bank sentral yang dinilai kecolongan dalam kasus Century. Bank swasta ini pada 21 November lalu diambil alih oleh pemerintah karena ternyata rasio kecukupan modalnya sudah minus 2,3 persen—jauh di bawah batas minimal 8 persen.

Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah menyatakan bank sentral terus berupaya mengamankan aset Bank Century di luar negeri. BI juga mengejar pemegang saham pengendali bank itu–Rafat Ali Erizvi (berkebangsaan Pakistan), Hesham al-Warraq (Arab Saudi), dan Robert Tantular–untuk mengembalikan aset Century US$ 123 juta.

Sri Mulyani menegaskan, Bank Century dilarang melakukan transaksi dengan pemilik lama. “Supaya tidak menimbulkan kecurigaan,” ujarnya. Sejumlah langkah juga diambil Bursa Efek Indonesia, antara lain meminta pemerintah melindungi pemegang saham publik di Bank Century, yang haknya terancam hilang karena 100 persen saham bank swasta itu diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Kami sudah kirim surat ke Badan Pengawas Pasar Modal,” kata Direktur Utama BEI Erry Firmansyah.

Menurut dia, otoritas pasar modal masih mendiskusikan mekanisme perlindungan terhadap saham publik. Langkah itu diambil karena dalam aturan pengambilalihan bank oleh pemerintah tidak dibedakan antara perseroan terbatas yang terdaftar dan tidak terdaftar di bursa.

Hal berbeda dinyatakan dalam peraturan bursa efek. Di situ ditegaskan perihal perlindungan terhadap hak pemegang saham publik di perusahaan yang tercatat di bursa. “Kami memandang perlu adanya penyesuaian, ” ujar Erry.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Fuad Rahmany berjanji akan menemui LPS pekan ini. “Kami harus secepatnya mendapatkan klarifikasi bagaimana struktur pengambilalihan itu,” katanya.

Ketua Dewan Komisioner LPS Rudjito mengatakan, dengan pengambilalihan, otomatis hak pemegang saham lama, termasuk publik, hangus. “Seperti itu aturannya,” ujarnya.

Dalam laporan keuangan Bank Century per September 2008, kepemilikan saham publik 55,88 persen. Sisanya dimiliki oleh Clearstream Banking S.A. Luxembourg (11,15 persen), First Gulf Asia Holding Limited (9,55 persen), Century Mega Investindo (9 persen), Antaboga Delta Sekuritas (8,78 persen), dan Century Super Investindo (5,64 persen). Hingga kemarin, bursa masih menghentikan sementara perdagangan saham bank itu. SETRI YASRA | HARUN MAHBUB | WAHYUDIN FAHMI

Kiriman Jhon Leknor

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: