jump to navigation

BI Diminta Kejar Duit Century di Dresdner November 25, 2008

Posted by ropeh1 in Topik Hangat.
Tags:
trackback

Tempo, 25 Nov, 2008, JAKARTA — Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat meminta Bank Indonesia mengupayakan agar dana PT Bank Century Tbk di Dresdner Bank senilai US$ 230 juta diblokir.

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Dradjad H. Wibowo, mengaku mendapat informasi adanya simpanan pemegang saham pengendali Century di bank ketiga terbesar di Jerman itu.

Menurut dia, bank sentral harus segera memfasilitasi pemblokiran dalam upaya mengamankan aset Century. “Jangan lupa, BI punya kontribusi kesalahan membiarkan pemegang saham Century menyetorkan surat berharga valas tak layak investasi sebagai aset,” katanya kepada Tempo kemarin.

Anggota Komisi dari Partai Golkar, Harry Azhar Azis, menilai pejabat BI harus bertanggung jawab atas masalah di Bank Century. Dia juga menegaskan, bank sentral harus berfokus pada pengamanan aset-aset Century. “Kami akan memanggil Dewan Gubernur BI untuk menjelaskan masalah itu,” katanya. “Mereka terkesan membiarkan terjadinya moral hazard.”

Deputi Gubernur BI Siti Ch. Fadjrijah menegaskan pihaknya masih terus berusaha mengamankan aset-aset Century. Menurut dia, bank sentral juga telah memastikan sebagian aset Century disimpan di sejumlah bank kustodian luar negeri, seperti Dresdner, Citibank, dan Standard Chartered Bank. “Tapi kami tidak memiliki kewenangan memanggil bank-bank kustodian asing,” katanya.

Bank Indonesia saat ini masih mengejar para pemegang saham pengendali untuk diminta bertanggung jawab dan mengembalikan aset bank swasta ini yang dikuasainya. Mereka yang dikejar adalah Rafat Ali Erizvi (berkebangsaan Pakistan) dan Hesham al-Warraq (Arab Saudi) sebagai pemegang saham pengendali melalui First Gulf Asia Holdings.

Satu lainnya adalah Robert Tantular, yang menguasai 9 persen saham melalui PT Century Mega Investindo. “Mereka harus mengembalikan aset Century senilai US$ 123 juta,” ujar Fadjrijah, Ahad lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus menjaga kondisi perbankan nasional. Dia mengakui, sektor perbankan berada dalam tekanan akibat krisis keuangan global. “Tapi kami dan BI terus memonitor perbankan dengan sangat detail,” ujarnya di Bukittinggi kemarin. SETRI | EKO NOPIANSYAH | FEBRIANTI

Kiriman Jhon Leknor

Comments»

1. Eddy C - November 26, 2008

abih cakak takana silek ….
ikolah pinyakik urang Indonesia, tapi bisa dicaliak dimaso nan kadatang, lai ado urang/oknum BI nan masuak kandang situmbin..?? hahaha…
dicaliah dari “Alua jo Patuik” harus noh BI juo batangguangjawab dek kanai di lubang nan samo jo krisis 1997, Investasi di surek berharga bantuak MTN aka2 jo junk bond nan alah babaun… hahaha.. kini baulang lo kaji tun liak … ck …ck… ck…
Tapi kini ko lah tabaliak.. kicek liau-liau nan alah mandapek BI ko “Patuik di Alua”… hahaha…

Kao an lah …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: