jump to navigation

PENGENDALI BANK CENTURY DIBURU November 24, 2008

Posted by ropeh1 in Berita.
Tags:
trackback

Rasio kecukupan modalnya minus 2,3 persen.
Tempo, 24 Nov 2008, JAKARTA —

Bank Indonesia mengejar para pemegang saham pengendali PT Bank Century Tbk. Para pemegang saham diminta bertanggung jawab dan mengembalikan aset bank swasta ini yang dikuasai mereka.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Ch. Fadjrijah mengatakan mereka yang dikejar adalah Rafat Ali Erizvi (berkebangsaan Pakistan) dan Hesham al-Warraq (Arab Saud), sebagai pemegang saham pengendali melalui First Gulf Asia Holdings.

Satu lainnya, yaitu Robert Tantular, yang menguasai 9 persen saham melalui PT Century Mega Investindo. “Mereka harus mengembalikan aset Century senilai US$ 123 juta,” ujar Fadjrijah di Jakarta kemarin.

Robert telah dikenai status cegah tangkal (cekal). Bank sentral juga telah mengirimkan surat ke otoritas perbankan di Inggris dan Singapura–tempat Rafat dan Hesham juga memiliki bisnis–untuk membantu pengembalian aset tersebut. “Kalau perlu, kami minta bantuan Interpol untuk mengejar mereka,” ujarnya.

Fadjrijah menambahkan, pihaknya masih terus melakukan audit investigasi atas kemungkinan adanya penyimpangan di Century. Jika ditemukan pelanggaran pidana, akan langsung dilaporkan ke kepolisian.

Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad menegaskan, kendati mayoritas saham Century dimiliki publik, bank sentral bisa meminta tanggung jawab tiga pemegang saham itu. Sebab, dalam aturan bank sentral terdapat klausul tentang pemegang saham pengendali. “Kami bisa mengejar mereka,” katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya telah meminta pencekalan terhadap tujuh komisaris dan direksi Century. Pemerintah dan Bank Indonesia melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Jumat lalu mengambil alih Century, setelah pada 13 November lalu mengalami gagal kliring.

Muliaman menjelaskan, pengambilalihan Century dilakukan karena dikhawatirkan berdampak sistemik terhadap perbankan nasional. Apalagi, saat gagal kliring, kondisi keuangan Century sudah parah. “CAR (rasio kecukupan modal)-nya minus 2,3 persen,” kata Fadjrijah.

Seperti diberitakan koran ini, parahnya kondisi Century itulah yang membuat BI, pemerintah, dan Forum Stabilitas Keuangan langsung menggelar rapat pada 13 November malam, membahas kemungkinan injeksi modal. Namun, saat itu Sekretaris Perusahaan Bank Century Deddy Triyana kepada Tempo membantah jika banknya disebut tersangkut masalah valuta asing dan CAR-nya di bawah 8 persen. “Per September masih 14,8 persen,” ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner LPS Rudjito belum bisa memastikan berapa dana yang akan disuntikkan kepada Century. Suntikan awal Rp 1 triliun hanya akan dipakai untuk memenuhi likuiditas saat bank kembali beroperasi hari ini. “Target kami bisa memulihkan bank ini agar bisa beroperasi normal.” katanya.

Maryono, Direktur Utama Century yang baru, mengatakan, dalam waktu paling lama lima tahun, LPS akan melepaskan kembali saham Bank Century kepada pihak yang berminat, tak terkecuali pemegang saham lama. Setri Yasra | Ari Astri Yunita | Metta D

Tersungkur Akibat Surat Utang

Pemerintah, juga manajemen Bank Century, awalnya menyatakan kegagalan kliring pada 13 November lalu terjadi karena bank ini terlambat menyetor dana syarat kliring (pre-fund) ke Bank Indonesia. “Bukan karena kekeringan likuiditas,” kata mereka. Tapi, begitu pemerintah mengambil alih Century, luka yang sempat ditutupi terkuak juga.

I. Mengapa Ambruk?
Menurut Bank Indonesia, penyebabnya adalah dominannya surat berharga valuta asing dalam komposisi aset bank, dan celakanya tak masuk kriteria layak investasi. Ketika surat utang itu jatuh tempo dan terjadi gagal bayar, modal Century langsung negatif.

II. Terjun Bebas
Dalam dua bulan, rasio kecukupan modal (CAR) Century terjun bebas. Saat diambil alih pemerintah, CAR Bank Century minus 2,3 persen–jauh di bawah batas minimal 8 persen.

Desember 2004
Bank Danpac, Bank Pikko, dan Bank CIC Internasional bergabung membentuk Bank Century.

Aset bank Rp 8,11 triliun
CAR 12,82 persen
2005
Salah satu pemilik Century menyertakan surat berharga valas senilai US$ 203-210 juta dalam bentuk surat utang Republik Indonesia.

2006
Bank Indonesia menolak penyertaan surat berharga yang tak masuk layak investasi sebagai aset. Bank sentral minta surat berharga itu dijual kepada pihak lain.

Februari 2006
Pemegang saham Century memberikan jaminan atas surat berharga itu senilai US$ 210 juta melalui Asset Management Assistance.

September 2008
Laporan keuangan bank versi manajemen masih positif.

CAR 14,88 persen
Aset Rp 15,23 triliun
30 Oktober dan 3 November 2008
Terjadi gagal bayar atas surat berharga sekitar US$ 56 juta. Total surat utang jatuh tempo 2008, plus bunga dan penalti, menjadi US$ 123 juta.

13 November 2008
Century gagal kliring.

21 November
Pemerintah mengambil alih Century

CAR minus 2,3 persen
III. Risiko Anda

Jika Anda nasabah, simpanan di bawah Rp 2 miliar masih dijamin pemerintah.

Jika Anda pemegang saham, ini kabar buruk. Karena modal Century negatif, seluruh hak pemegang saham hilang.

Kiriman Leknor Jhoni

Kirk

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: