jump to navigation

Mereka Menjadi Korban Rayuan Produk Investasi November 24, 2008

Posted by ropeh1 in Berita.
Tags:
trackback

Banyak nasabah terbujuk rayuan bank yang menjadi agen produk investasi finansial. Tidak hanya terjadi di Singapura, melainkan juga di belahan bumi lainnya, seperti Hong Kong, Jepang, Cina, bahkan di Amerika Serikat. Termasuk para investor asal Indonesia yang menanamkan duitnya di luar negeri, khususnya Singapura.

Di Indonesia pun terjadi gejolak yang membuat beberapa investor lokal bangkrut. Mereka baru menyadari setelah duitnya melayang bahwa dirinya “terjebak” oleh rumitnya terminologi produk investasi dan prosedur formal yang sulit dimengerti orang awam. Salah satu korban produk Lehman Brothers, Vincentius Lingga, bahkan merasa dikibuli pihak bank pendistribusi.

“Mereka aktif merayu pelanggan bank untuk membeli produk investasi di pasar uang yang sangat kompleks dan sophisticated, dan hanya cocok untuk most sophisticated investors,” ujar Vincent. Menurut Vincent, para nasabah bank itu “tidak tahu apa yang mereka beli”. “Hanya karena informasi dan tawaran dari relations manager bank, mereka akhirnya teken kontrak pembelian investasi yang berisiko tinggi itu,” Vincent menuturkan.

Sebagai contoh, Vincent merujuk banyaknya kasus pembelian notes (surat berharga) keluaran Lehman yang didistribusikan Citibank dengan mendompleng distribusi Citigold. Maklum, yang disasar adalah pelanggan berduit, yang sejatinya kurang paham tentang berbagai terminologi pasar finansial. Akibatnya, banyak yang merasa “tertipu” dan duit simpanannya amblas diterjang krisis finansial yang melanda dunia. Misalnya tabungan milik Vincent senilai US$ 50.000 yang dialihkan ke notes Lehman atas rayuan Relations Manager Citibank.

Vincent memperkirakan, setidaknya ada ratusan nasabah bank yang kepincut dan akhirnya menjadi korban produk pasar uang. ”Misalnya, ada delapan orang dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang mengirim e-mail ke saya tentang masalah mereka, tentang kemungkinan mengajukan class action dari segi Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” ungkapnya.

Ada lagi sepasang suami-istri dari Semarang yang juga kehilangan US$ 50.000, di samping suami-istri muda dari Kebayoran Baru serta puluhan korban dari Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Kemungkinan korban investment fund di Indonesia mencapai ratusan orang. Mereka kehilangan jutaan dolar karena bangkrutnya beberapa perusahaan investasi raksasa di Amerika. Sayang, pada umumnya mereka tidak mau terbuka dengan pelbagai alasan.

Bisa ditebak, kemungkinan kecil uang mereka kembali. ”Tapi kita perlu mengambil pelajaran dari peristiwa ini, agar orang Indonesia jangan terlalu gampang dininabobokan oleh the wealth-management department bank asing, seperti Citigold, yang gencar memanfaatkan ego para depositor Indonesia yang jumlahnya cukup besar,” kata Vincent.

Berbagai trik dilakukan bank asing selaku pendistribusi produk investasi keuangan yang berbasis di negara makmur. Semua dokumen perjanjian, misalnya, dibuat dalam bahasa Inggris yang cukup rumit.

Karena itu, BI dan Bapepam-LK merasa belum perlu menggulirkan aturan baru untuk “melindungi” korban akibat bangkrutnya perusahaan investasi raksasa dunia. Padahal, jika ditilik lebih jauh, tidak hanya nasabah perorangan yang bergelimpangan terseret rontoknya Lehman cs. Bangkrutnya beberapa perusahaan investasi di Amerika itu memicu krisis keuangan global, yang juga makan korban perusahaan-perusahaan besar.

Kini para korban mulai menggugat. Investor Indonesia menggugat UOB Singapura.

Heru Pamuji
[Laporan Utama, Gatra Nomor 2 Beredar Kamis, 20 November 2008]

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: