jump to navigation

Indonesia lain dengan Amerika ? November 10, 2008

Posted by ropeh1 in Topik Hangat.
Tags:
trackback

Hahaha ba, satuju mah sambil maminum kopi ato teh talua.

Tak ada yang bisa membantah ulasan tentang berita cuaca di CNN, atau CNBC tentang currency outlook, atau berita di Discovery Channel tu. Baitulah Indonesiako indentikkan kini. Awakko sadonyo alah rindu mancaliak dan mandanga Indonesia di “hargai”.Tak ada “identitas” Indonesia yang di tonjolkan. Contoh miris lainnya Bagaimana mungkin Singapore (negara yang secuil itu bisa punya program wisata Night Safari Zoo???) Indonesia yang begitu luas tidak punya program seperti itu? Atau berita kelaparan – Indonesia jutaan orang mengalaminya sedangkan malaysia dan singapore tidak ada. Yang jelas tidak terpublikasikan di negara-negara tersebut. Jadi sini saya berpendapat bahwa histeria Obama juga di dukung oleh tim kampanye/builiding public opinion yang kuat. Tidak penting Obama atau Mc Cain. Tapi semua media/tim kampanye mendasarkan dirinya bahwa US adalah simbol demokrasi dan pemimpin dunia. Jadi logika ini menadasari bentuk-bentuk kampanye termasuk di Indonesia. Termasuk mengundang, gubernur/wakil gubernur, pakar-pakar, politisi, alim ulama dll dari Indonesia untuk menghadrii langsung pemungutan suara tanggal 6 lalu.  Semua ini adalah didasari bahwa US adalah pemimpin dunia. Jadi kalau Indonesia mau masuk CNN, CNBC, BBC, Discovery channel….. .Indonesia harus punya spirit kuat untuk ikut memimpin dunia…adalam bidang politikkah? bidang ekonomikah? dan bidang lainnya. Jadi kejadian nama kota jakarta tidak masuk, rupiah tidak diingat (hanya dipermainkan saja rupiah ini), tidak terjadi lagi. Yang selama ini masuk cuma kerusuhan rasialis, bom bali, bom senen, pesawat jatuh, dan terakhir hukuman mati Amrozi dkk saja yang masuk berita di stasiun TV-TV dunia. Jadi makin buram saja image tentang Indonesia ini.

Menurut saya itu semua karena Indonesia saat ini hanya menjadi salah satu negara “pengikut” dari negara-negara lainnya. Khususnya negara adi daya. Termasuk negara si Obama ini. Tidak hanya politik dan ekonomi tapi juga pendidikan, pemberitaan dan budayanya (sedang menuju kesana)….. .??!!??
Setahu saya, Amerika itu telah punya grand design untuk beberapa tahun kedepan terutama tentang ekonomi (termasuk bagaimana menjadikan negara-negara lainnya sebagai mesin pendukung ekonomi pertumbuhannya) . Dan kembali ke kita di Indonesia, kita hanya mengikut saja (trus buat grand design baru katanya untuk kemajuan Indonesia) padahal sebenarnya untuk kemajuan negara lainnya. Satu contoh (yang akan bisa kita lihat dampaknya ke depan) Sejak peristiwa September 11, Fullbrigth (sayap beasiswa dari USAID atau bantuan keuangan Amerika) tidak memberikan beasiswa lagi kepada mahasiswa/sarjana atau dosen-dosen Universitas umum. Tapi lebih mengkhususkan memberikan beasiswa kepada mahasiswa/sarjana dana dosen-dosen dari IAIN. Termasuk mengundang alim ulama, ustad-ustad untuk berkunjung ke Amerika. Kebijakan ini ditempuh dengan dalih menunjukkan kepada dunia bahwa “Perang melawan Terorisme” dengan di panglimai oleh US bukanlah anti-muslim atau anti Islam. Padahal sesungguhnya US tengah “menanamkan” asset-assetnya dari sumberdaya manusia yang terpilih di Indonesia yang bisa di manfaatkan pada masa yang akan datang. Sehingga kedepan pengajaran di IAIN Indonesia referensi bukunya bukan lagi dari Kairo tapi dari US. Istilah saya tentang “pengikut” ini termasuk isu korupsi, keamanan investasi, dll. Indonesia selalu masuk peringkat atas negara-negara terkorup di dunia. US tidak pernah masuk di dalam list tersebut. Apakah memang demikian? tidak ada korupsi di US atau Eropa? Saya hakkul yakin itu tidak benar. Yang iya, di US dan Eropa tidak dikenalkan istilah korupsi dalam negaranya. Jika terjadi “permainan yang melibatkan uang” istilah yang mereka gunakan adalah Skandal Keuangan. Dan di dunia ini tidak ada yang membuat daftar peringkat skandal keungan. Jadi mereka
aman-aman saja dari citra buruknya. Sedangkan kita sibuk sikut kiri dan sikut kanan. Untuk saling menjatuhkan.

Kalau tentang identitas dan pembangunan publik opini ini; Indonesia pasti bisa jika mau. Jika Amerika bisa mengatakan kepada dunia bahwa mereka tidak Rasialis dengan memilih Obama. Mengapa Indonesia tidak bisa mengatakan bahwa Indonesia lain dengan Amerika, kami punya ribuan pulau, ribuan suku bangsa, kepribadian sendiri,….
Jadi darima kito mulainyo ko? he..he..he..

Wassalam

Indra

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: