jump to navigation

Perkembangan Pasar Global October 16, 2008

Posted by ropeh1 in Topik Hangat.
Tags:
trackback

Fayadri dan kawan kawan kasadonyo,
 
Sambil teman-teman melihat perkembangan di luar sana (pasar global, IDX tutup hari ini karena irrasional action,panic, -diduga dipicu aksi short selling beberapa tangan jahil, namun fundamental masih OK) hari ini, tanpa ada maksud lain, kecuali ingin mengajak kita memahami dan melihat realita crisis ini secara jernih, with deep insight, saya ingin menyampaikan beberapa catatan kecil dalam anual report Lehman Brother 2007 (year ended Nov 2007,2006), yang diaudit EY LLP. :
1. Opini wajar tanpa pengecualian (fair in all material aspect) 
2. Tidak ada paragraf tambahan dalam opini yang biasanya digunakan auditor untuk mendisclose uncertainty (such as economic condition, etc, beyond our control), sehingga pembaca dapat mempertimbangkan dampak tidak terukur yang mungkin ada dari uncertainty tersebut.
3. Perbandingan stockholders equity to liability 2007: USD 22,490 million / USD 691,063 million sedangkan 2006: USD 19,191million / USD 503,545 million.
4. 3 tahun berturut turut perusahaan membukukan laba bersih (EAT) USD 4,000 million.
5. Cash flow keseluruhan dalam tiga tahun positif, TETAPI cash flow from OPERATION dalam 3 tahun BERTURUT-TURUT NEGATIF: 2007: USD -45,595 million,  2006: USD -36,376 million dan 2005: USD 12,205 million.
 
Tanpa bermaksud membenarkan opini Fayadri bahwa auditor pembohong, -seperti disampaikan Pak Syafril Agus disetiap generasi yang kuliah di UNAND-, Pertanyaan kita adalah apakah auditor tidak melihat bahwa kondisi solvency rasio seperti ini tidak perlu diberi catatan dalam opininya, dan bahwa Company TIDAK MENGHASILKAN UANG dari kegiatan OPERASInya selama 3 tahun berturut turut dan malah NEGATIF berturut-turut yang CAGR nya significant dalam 3 tahun terakhir tidak mempertanyakan asumsi “going concern” nya – seperti yang ada di framework SFAS.
 
Kalau begitu, mana manfaat penerapan SOX – lengkap dengan assessment mangement tentang internal control, MD&A di annual report dsb, dalam kasus ini- yang selalu didengungkan SECnya America,  selain hanya berupa tambahan biaya rutin yang jumlahnya besar untuk memakmurkan consultant/accounta nt bagi listed Company.
 
Tapi itulah America, yang mempromote GCG keseluruh dunia melalui COSO dsb… tapi tidak mengamalkan sama sekali prinsip HONESTY yang seharusnya dijunjung tinggi dengan GCG tersebut.
 
Makanya tidak heran Company apapun dengan kondisi seperti ini ketika kesandung masalah penyelesaian hutang jatuh tempo (solvency), pasti langsung gulung tikar. Dengan asset yang luar biasa besar, Cash flow operation negatif, artinya jelas-jelas ini hanya buble/balloon raksasa, yang kalau kena goyangan rumput ilalang saja pasti meletus. Dan masih ada jutaan buble lainnya. Makanya berita di berbagai media hari ini justru kontradiksi kepercayaan pasar tersebut makin hilang justru setelah disuntik pemerintah baik di As maupun Eropa ( ada yang bilang 700 trilyun di Amerika tsb diperkirakan hanya memberi manfaat temporary). Aneh bukan, tapi itulah kenyataan.
 
Di Indonesia, kita sedang belajar menggunakan berbagai instrument derifatif tersebut dengan riang gembira (walaupun jujur, belum perlu, malah belum tahu cara maininnya… . lalu ini kebutuhan siapa??), karena kita akan dianggap terpelajar dan berkelas international. Terakhir di bulan september 2007, salah satu klien saya (saat masih jadi auditor), sebuah Investment Management plat merah diminta (apa dipaksa ya..??) untuk menjadi pilot project untuk penerbitan mutualfund – reksa dana- yang exchangable. Ketika di release, baik Bapepam, IM, maupun auditor RDnya bingung, peraturannya belum selesai digodok. Sampai bertanya kesana kemari.. prospectusnya kayak apa ya… ini kan reksadana??? .   Tapi akhirnya apa yang terjadi sebagai kesepakatan bersama… ya jalan dulu ajalah.. nanti kita atur… he he he. Bermain saham aja masih dikadalin masih tertarik menambah instrumen yang sudah berbasi NAV merubahnya menjadi bahan judian baru. Heran kan?, tapi itulah
bangsa kita Indonesia Raya.. yang gak pernah Royo royo..
 
Demikian tambahan renungan dari saya, sekali lagi, tidak bermaksud memojokkan profesi, menuding organisasi, tetapi hanya mengajak kita melihat masalah krisis ini -yang kedepan ceritanya bakalan makin heboh dan menggemparkan  -, dengan jernih.
 
Lalu apakah Fayadri dan Pak Syafril Agus benar?, menurut saya mungkin ada benarnya…Menurut anda?
 
Regards,
Leknor

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: