jump to navigation

Tiga Peraturan Penyelamat.. October 16, 2008

Posted by ropeh1 in Topik Hangat.
Tags:
trackback

Dear All,
Hari ini seperti kita baca di koran, pemerintah telah menerbitkan 3 peraturan penyelamat. Mudah-mudahan rekan -rekan alumni terutama yang di BI, atau perbankan atau regulatory body lainnya yang berkompetensi dalam hal ini mau memberikan pencerahan ke kita semua, apa dan bagaimananya 3 peraturan penyelamat ini.
Kalau kita baca Para pengamat hampir sepakat menyatakan bahwa pemerintah kali ini makin arif dan bijaksana dalam menghadapi situasi krisis saat ini, tidak PD berlebihan dan juga tidak terlalu khawatir yang berlebihan. Mungkin didukung oleh keyakinan akan fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat.
Tapi kalau kita lihat reaction nya pemerintah, -sesuai saran banyak pihak mempriorotaskan perbankan instead of pasar modal karena contribusinya perbankan lebih significant- tetap membuka kran lagi bagi perbankan dengan cara yang katanya dulu gak bisa, sekarang cukup dengan menjaminkan aktiva lancar.. pinjaman jangka pendek akan mengalir dari bank central ke perbankan.
Comment saya sebagai rakyat kecil,
Lain dulu lain sekarang, kalau dulu setiap opportunity -baca kucuran dari BI- akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh bankir termasuk oleh bank-bank besar yang kondisinya sehat wal afiat, dalam sehari dua hari mereka jadi murung dan kelihatan sakit, terus akhirnya eligible untuk menerima santunan. Lalu…? silahkan buka file BLBI masing-masing. .
Mudah-mudahan, ketika mengeluarkan kebijakan ini pemerintah/BI telah mempersiapkan adequate control yang memungkinkan tidak ada pihak yang mengambil benefit sepihak sehingga merugikan negara dalam hal ini. Karena kalau tidak, kasihan kita rakyat kecil ini, yang uang negaranya dengan gampang diambil pemilik bank… kalau dulu taipan kita sendiri, sekarang rata-rata dikuasai taipan/corporasi asing…
Kebijakan yang diambil Pak Budiono (Menteri/orang yang sangat disenangi Pasar…apalagi oleh yang bisa memanfaatkan pasar…) yang buat sebagian orang yang skeptis terlalu cepat membuka kran dengan alasan agar likuiditas perbankan terjaga, – apa memang sudah separah itu?- mudah-mudahan tidak bikin negara kecele lagi..
Karena beberapa hari sebelum kebijakan ini diambil, Pak Budiono masih sempat ketemu dengan IMF, walau buru-buru pulang ke Indonesia, karena krisis lagi heboh saat itu. 
Kita berharap mudah-mudahan kearifan pemerintah ini benar-benar diikuti oleh perangkat aturan dan kontrol yang memadai.
 
Mohon pencerahan dari teman-teman semua..
 
Regards,
Leknor

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: