jump to navigation

Window Dressing kah ini ? October 12, 2008

Posted by ropeh1 in Topik Hangat.
Tags:
trackback

Bapak-bapak/ Ibu-ibu dosen, uda-uda/uni- uni, kawan-kawan & adiak-adiak,

Saya mohon pendapatnya terkait dengan salah satu strategi terkait investasi pada obligasi dan reksadana terproteksi.
Saat ini kami punya portfolio obligasi yang terdapat dalam kelompok Trading dan Available for Sale (AFS). Setiap hari semua obligasi tersebut harus dinilai berdasarkan harga pasar yang berlaku (marked to market).
Penurunan harga obligasi yang terjadi sejak tahun lalu telah meningkatkan potential loss dari portfolio tersebut. Potential loss yang sangat besar ini tentunya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan.
Kondisi ini merupakan masalah yang dihadapi oleh pihak-pihak yang memiliki portfolio obligasi
(Bank, Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun).
Saat ini ada praktek yang berkembang untuk menyiasati permasalahan potential loss ini, yaitu dengan ‘menyulap’ portfolio yang semula ada di pos trading dan AFS tersebut menjadi unit kepemilikan pada reksa dana terproteksi.

Prosesnya sebagai berikut;

Misalkan Bank A punya oblgasi Seri XX yang dulunya dibeli dengan harga 100%, saat ini harga obligasi Seri XX tersebut hanya 90%. Untuk menghilangkan potential loss sebesar 10% tadi, Bank A bekerjasama dengan Manajer Investasi B dan Bank Kustodian C untuk membuat satu Reksadana Terproteksi YY menggunakan obligasi Seri XX tersebut.
Bank A menjual obligasi Seri XX kepada Reksadana Terproteksi YY pada harga yang sama dengan harga perolehannya dulu, yaitu 100%. Dengan demikian Bank AA tidak mengalami
kerugian dari penjualan portfolionya, meskipun harga pasar saat itu adalah 90%. Selanjutnya dana hasil penjualan obligasi Seri XX tadi digunakan oleh
Bank A untuk membeli sejumlah unit kepemilikan Reksadana Terproteksi YY. ‘Kerugian’ yang dialami oleh Reksadana Terproteksi YY karena membeli obligasi Seri XX 10% di atas harga pasar akan dikompensasikan pada jumlah unit kepemilikan yang akan dijual kepada Bank A serta persentase pertumbuhan Nilai Aktiva Bersih Reksadana Terproteksi YY.
 
Keuntungan dari transaksi seperti ini adalah;
Bagi Bank A ; mereka dapat mengurangi potential loss dari portfolio obligasi ; adanya tax saving karena sampai saat ini ketentuan perpajakan masih membebaskan hasil investasi pada reksa dana dari pungutan pajak ; nilai investasi pada reksa dana ini tidak akan di-marked to market. Bank A dapat mengakhiri investasinya pada Reksadana ini sebelum masa proteksi yang disyaratkan berakhir, apabila harga obligasi Seri XX tadi sudah naik dibanding harga perolehan awalnya (di atas 100%).

Bagi Manajer Investasi B ; mereka akan mendapatkan management fee ; meningkatnya nilai AUM (assets under management).
Bagi Bank Kustodian ; mereka akan mendapatkan custodian fee

Saya mohon pendapat semuanya, kalau dari sisi accounting apakah strategi tersebut di atas dapat dianggap sebagai window dressing?
Kalau pendapat saya pribadi ini bukan termasuk window dressing, karena tidak ada realisasi keuntungan yang diperoleh oleh Bank A dari penjualan Obligasi Seri XX  tersebut.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas tanggapannya.

Have a nice day !

Fayadri
96153066

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: